Home Kajian 4 Dampak Negatif Reklamasi Ahok

4 Dampak Negatif Reklamasi Ahok

291
0
SHARE
Dalam sebuah studi dari kelompok mahasiswa dari Universitas Indonesia, yang berjudul Analisis Kebijakan Reklamasi Teluk Dki Jakarta Dari Sudut Pandang Masyarakat Dan Nelayan, disebutkan setidaknya ada empat dampak negatif dari proyek reklamasi.
Dalam sebuah studi dari kelompok mahasiswa dari Universitas Indonesia, yang berjudul Analisis Kebijakan Reklamasi Teluk Dki Jakarta Dari Sudut Pandang Masyarakat Dan Nelayan, disebutkan setidaknya ada empat dampak negatif dari proyek reklamasi.

4 Dampak Negatif Reklamasi Ahok

            Salah satu persoalan selama masa jabatan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di ibukota adalah masalah reklamasi. Pelaksanaan reklamasi yang dilakukan oleh Pengusaha Properti dan dibantu oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, masyarakat khususnya yang bekerja sebagai nelayanlah yang paling dirugikan. Hal tersebut tentu memicu protes oleh masyarakat pesisir.

Dalam sebuah studi dari kelompok mahasiswa dari Universitas Indonesia, yang berjudul Analisis Kebijakan Reklamasi Teluk Dki Jakarta Dari Sudut Pandang Masyarakat Dan Nelayan, disebutkan setidaknya ada empat dampak negatif dari proyek reklamasi tersebut.

Sumber: http://news.liputan6.com/read/2448822/ahok-batalkan-saja-reklamasi-17-pulau-biar-saya-caplok-semua

Pertama, Perubahan Fungsi Laut Menjadi Daratan

Reklamasi dilakukan dengan menimbun tanah ke lokasi laut yang telah ditetapkan sebelumnya hingga tanah tersebut muncul ke permukaan air laut. Dengan proses ini, permukaan air laut akan meningkat. Dampak negatif yang paling mungkin terjadi adalah banjir yang akan melanda ke daerah pesisir pantai dan akan menyebar ke pusat kota apabila terjadi hujan. Banjir yang terjadi ini tentu akan memberikan dampak negatif bagi masyarakat, khususnya masyarakat yang hidup di pesisir pantai. Kehidupan mereka akan terganggu dan akan menurunkan penghasilan karena terhambatnya kegiatan mencari nafkah masyarakat tersebut. Selain itu, jika air laut tersebut mencapai daratan yang daerahnya digunakan untuk lahan pertanian akan mengakibatkan gagal panen karena kandungan garam yang terdapat dalam air laut akan mengakibatkan hal negatif pada tanaman seperti keracunan, penurunan penyerapan air dan penurunan penyerapan unsur-unsur penting bagi tanaman. Dengan adanya gagal panen tersebut akan menyebabkan kerugian yang besar bagi petani, dan akan berdampak pula pada kenaikan harga jual beras, sayur ataupun buah dipasaran yang akan membebani masyarakat.

Sumber:http://photo.liputan6.com/news/tolak-reklamasi-nelayan-sambangi-dprd-dki-jakarta-2448587

Kedua,Privatisasi Kawasan Pesisir

Reklamasi yang terjadi dilakukan oleh pengusaha-pengusaha swasta yang umumnya “profit oriented” tanpa mempedulikan dampaknya bagi masyarakat sekitar. Dengan adanya reklamasi ini, secara tidak langsung akan menutup akses bagi masyarakat umum untuk menikmati ruang publiknya yaitu laut. Reklamasi yang dilakukan digunakan untuk pusat perbelanjaan dan hunian mewah dimana hanya masyarakat tertentu saja yang dapat tinggal di kawasan tersebut. Juga, masyarakat pesisir pantai semakin lama akan ikut tergusur dengan adanya kawasan mewah dan hal ini akan mengakibatkan hilangnya tempat tinggal dan mata pencaharian masyarakat pesisir pantai. Dengan demikian, reklamasi bukan hanya memberikan dampak negatif berupa hilangnya ruang publik bagi masyarakat namun juga memberikan dampak negatif bagi masyarakat pesisir dengan hilangnya tempat tinggal dan mata pencaharian mereka.

Tiga,Kesenjangan Golongan Elite dan Bawah

Reklamasi yang dilakukan umumnya akan digunakan untuk pusat perbelanjaan dan hunian mewah yang ditujukan untuk masyarakat dengan penghasilan menengah keatas. Dengan demikian, semakin memperjelas kesenjangan ekonomi antara golongan elit dan golongan pesisir. Selain itu, nelayan yang merupakan golongan pesisir akan lebih sulit untuk mencari ikan sebagai mata pencahariannya karena sebagian besar daerah laut sudah dilakukan reklamasi. Untuk itu, mau tidak mau para nelayan ini harus menempuh jarak yang lebih jauh untuk mencari ikan dan hal ini tentu akan merugikan mereka karena harus mengeluarkan biaya tambahan untuk bensin yang digunakan untuk perahu. Jika para nelayan tidak sanggup untuk menutupi biaya tambahan tersebut, mereka akan membebankannya ke para konsumen yang akan memberikan dampak kenaikan harga jual ikan di pasaran. Tentunya ini akan merugikan kedua belah pihak, nelayan kemungkinan besar akan kehilangan konsumen dan konsumen harus mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk membeli ikan. Dengan demikian, reklamasi yang dilakukan oleh para pengusaha properti tersebut hanya akan memberikan dampak negatif bagi masyarakat dan para nelayan.

Empat, Kerusakan Ekosistem Laut

Aktivitas reklamasi tentunya akan menyebabkan kerusakan ekosistem laut, mulai dari makhluk hidup yang berada di dalamnya serta terumbu karang yang menjadi tempat tinggal sebagian besar makhluk hidup di laut. Dengan adanya kerusakan ekosistem laut ini, lagi-lagi akan berdampak pada hilangnya mata pencaharian masyarakat pesisir. Kerusakan ekosistem laut juga akan mempengaruhi habitat dari ikan dan bukan tidak mungkin ikan tersebut akan menghilang dari laut yang daerahnya dikelilingi oleh pulau reklamasi. Jika hal ini dibiarkan terus terjadi, para nelayan akan kehilangan mata pencaharian mereka dan masyarakat juga akan dihadapkan dengan harga jual ikan yang semakin tinggi.

Dari uraian tersebut, semakin jelas bahwa Reklamasi Jakarta adalah Proyek yang ‘cacat’ yang tidak banyak memberikan dampak positif kepada warga kalangan bawah. Sehingga semakin jelas, bahwa sebenarnya, dalam kerangka kerja Gubernur Jakarta ini, sangat dominan memuluskan kepentingan kelopok pemodal untuk menguasai Ibukota. Sedangkan kalangan bawah, tidak diberikan ruang yang lebih luas untuk menikmati hidup di ibukota di negara yang mayoritas muslim ini.

Penulis: Syamsuar Hamka, M.Pd.I. (Penulis)

Sumber:

Aprilia Praditasari, et. all. Analisis Kebijakan Reklamasi Teluk DKI Jakarta Dari Sudut Pandang Masyarakat Dan Nelayan, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Program studi ilmu administrasi fiskal, Depok, Mei 2016 (Makalah)

Kata terkait: dampak negatif reklamasi, reklamasi ahok, reklamasi jakarta, reklamasi rusak lingkungan