Home Kajian Apa yang Afdhal, Boleh dan tidak Boleh dalam Puasa

Apa yang Afdhal, Boleh dan tidak Boleh dalam Puasa

475
0
SHARE
Dried date palm fruits or kurma, ramadan ( ramazan

Kendati sudah setiap tahun masyarakat kita berpuasa, tetap saja bisa kita temukan persangkaan yang keliru pada sebagian masyarakat tentang tata cara puasa. Baik itu berupa pantangan-pantangan tertentu yang dianggap bisa membatalkan puasa atau mengurangi nilainya; atau meninggalkan amalan-amalan afdhal tertentu yang sebenarnya sangat mudah dilakukan.

Di bawah ini beberapa perkara yang afdhal, boleh dan tidak boleh dalam puasa. Agar mudah diingat, perkara-perkara dan amal tersebut diurut tanpa penjelasan yang panjang lebar. Sedikit keterangan diberikan sekadar memadai bila hendak ditelusuri lebih lanjut.

PERKARA-PERKARA YANG MUBAH DALAM PUASA

  1. Sengaja menyiram kepala dengan air untuk mendinginkan tubuh atau meringankan rasa haus (HSR. Abu Dawud).
  2. Masuk waktu subuh dalam keadaan junub (HR. Bukhari-Muslim).
  3. Berkumur dan membasuh hidung ketika berwudhu’ (HSR. Abu Dawud).
  4. Mencium istri bagi yang tidak khawatir akan batal puasa (HR. Bukhari-Muslim).
  5. Menggunakan celak pada mata (atsar Anas, riwayat Abu Dawud).
  6. Mencicipi rasa makanan, selama tidak sampai ke tenggorokan (atsar Ibnu Abbas, riwayat al-Bukhari dengan ta’liq).

PEMBATAL-PEMBATAL PUASA

  1. Murtad
  2. Makan dan minum dengan sengaja
  3. Jima’ atau hubungan suami istri
  4. Keluarnya mani dengan sengaja
  5. Keluarnya darah haid atau nifas
  6. Obat atau suntikan yang dapat mengganti fungsi makanan, seperti transfusi darah
  7. Muntah dengan sengaja
  8. Keluarnya darah dalam jumlah banyak secara sengaja, seperti hijamah (bekam), donor darah, dll.

BUKAN PEMBATAL PUASA

  1. Menggunakan celak pada mata
  2. Menggunakan obat tetes mata atau hidung atau telinga
  3. Memakai parfum dan wangi-wangian
  4. Suntikan pengobatan
  5. Keluarnya madzi
  6. Masuknya debu atau lalat terbang ke tenggorokan dan tertelan
  7. Menggunakan obat hirup
  8. Menggunakan obat kumur
  9. Menggunakan obat pada luka
  10. Menelan air liur atau dahak biasa
  11. Keluarnya sedikit darah, seperti akibat luka ringan atau pemeriksaan golongan darah
  12. Melanggar pembatal-pembatal puasa dengan tanpa sengaja

MAKAN SAHUR YANG AFDHAL

  1. Makan sahur dengan buah kurma (HSR. Abu Dawud).
  2. Menunda makan sahur hingga mendekati waktu shalat Subuh (HR. Bukhari).

IFTHAR YANG AFDHAL

  1. Berbuka dengan buah kurma segar (basah), atau kurma kering, atau air putih (HSR. Tirmidzi).
  2. Menyegerakan berbuka puasa bila telah masuk waktu shalat Maghrib (HR. Bukhari).
  3. Membaca doa:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَ ابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَ ثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Telah hilang dahaga, telah basah urat-urat leher dan telah ditetapkan pahala insya Allah. (HHR. Abu Dawud).

Sebagian dari perkara di atas diakui masih tergolong masalah khilafiyah yang ijtihad ulama bisa berbeda di dalamnya. Pembaca budiman bisa menelusuri pembahasan tentang masalah-masalah tersebut ke rujukan yang lebih luas.

Wallahu a’lam.

Abu Hammam Boegis