Home Perspektif Era Baru Khilafah

Era Baru Khilafah

603
0
SHARE

Di era modern, Maududi mungkin merupakan pelopor dalam pembahasan intensif mengenai kedaulatan politik dalam Islam. Tesisnya sering secara salah disamakan dengan demokrasi, karena menggabungkan antara syura dan supremasi syariat. Maududi menolak istilah pertama karena ideologi Islam, menurutnya, murni diambil dari khasanah Islam. Dia menghindari diksi yang tidak tepat agar tidak timbul interpretasi yang keliru. Secara empirik, mungkin itulah sehingga Negara Pakistan menyatakan diri sebagai negara Islam.

Hizbut Tahrir (HT) datang kemudian. HT menyatakan diri sebagai partai politik tapi bergerak di luar politik praktis. Lantaran itu, HT tidak ikut pemilu dan non-parlemen. Sebaliknya, partai ini aktif melaksanakan pendidikan politik, berjuang tanpa kekerasan, dan tetap mengusung cita-cita menegakkan khilafah. Partai ini menyatakan diri sebagai bagian dari kebangkitan Islam, namun masih merupakan percobaan dalam pergerakan Islam.

Taliban pernah menguasai Afghanistan, namun kalah oleh serangan Amerika Serikat beserta sekutunya. Kelompok ini sempat memerintah beberapa lama dengan konsep amir dan negara sesuai versi yang mereka pahami.

Dewasa ini, kita mendengar tentang ISIS. Setelah Irak kalah perang oleh Amerika dan sekutunya, konstelasi politik dalam negeri itu akhirnya mengkristalkan pembentukan ISIS. Lebih jauh, proklamasi, nama dan cita-cita mereka adalah Islamic state atau khalifah dengan seorang imam yang memimpin.

Di Benua Hitam tepatnya di Nigeria, Boko Haram muncul dengan proklamasi Islamic state. Dengan menyebut diri Jama’ah ahl Sunnah li d-dakwah wa l-jihad.

Dalam pergumulan wacana “khilafah” itu semua, media massa Barat memainkan peran besar. Media ini menyamarkan perbedaan antara khilafah dan terror. Media Barat tidak segan-segan membiaskan informasi tentang kelompok perlawanan dan mengidentikkan Islam dengan terorisme.

Bagi kita, umat Islam tugas internal lebih besar. Dakwah harus terus dilanjutkan. Tugas kita bersama adalah melakukan aksi konkrit dan pengertian yang benar mengenai Islam, khilafah, dakwah, jihad, peran wanita, pendidikan, kemandirian umat, pemberantasan kebodohan dan kemiskinan, dll. Umat berjumlah 1,6 milyar jiwa lebih dengan potensi alamnya yang super kaya adalah ‘sick man’ yang harus segera diobati.

IsaBagus