Home Kajian Fadhilah Amal di Bulan Ramadhan

Fadhilah Amal di Bulan Ramadhan

751
0
SHARE
Arabesque lantern

Ramadhan menjelang. Bila Allah mengizinkan, entah ini kali keberapa kita menjalankan ibadah-ibadah di bulan suci yang hanya sekali setahun datangnya. Kita tentu ingin agar Ramadhan kali ini berbeda, tidak sekadar mengulang yang lalu-lalu. Apalagi tidak ada jaminan bahwa Ramadhan berikutnya kita masih punya kesempatan.

Lantas, apa yang bisa kita lakukan agar kualitas ibadah kita bertambah? Salah satunya adalah dengan menghayati nilai-nilai dalam berbagai ibadah dalam Ramadhan itu sendiri. Bukankah di antara yang membedakan amal adalah takwa yang mengiringi amal tersebut? (QS. al-Hajj/22: 37).

Keterangan-keterangan dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi tentang Ramadhan dan puasa banyak memberi gambaran tentang ibadah-ibadah yang kita laksanakan di bulan Ramadhan. Keterangan-keterangan tersebut juga menegaskan tentang amal-amal utama yang prioritas kita lakukan di bulan suci tersebut. Berikut sebagian dari fadhilah amal di bulan Ramadhan.

FADHILAH PUASA

a. Dijauhkan dari api Neraka

من صام يوما في سبيل الله بعد الله وجهه عن النار سبعين خريفا

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Barangsiapa yang berpuasa sehari fii sabilillah, Allah akan menjauhkan dirinya dari api Nereka tujuh puluh tahun.” (HR. Bukhari-Muslim).

Fii sabilillah berarti karena mengharap ganjaran pahala dari Allah subhanahu wata’ala. Khariif berarti musim gugur yang waktunya antara 21 September – 21 Desember. Karena musim gugur adalah penutup putaran musim dan tahun, satu musim gugur biasa digunakan sebagai istilah untuk satu tahun.

b. Ganjaran pahala tak terbilang dan akan menghadap kepada Allah dalam keadaan ridha.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu berkata, ”Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda, ’Setiap amal manusia dilipatgandakan (pahalanya), satu kebaikan dinilai sepuluh hingga tujuh ratus kebaikan. Allah ’azza wajalla berfirman, ’Kecuali puasa, dia adalah milik-Ku dan Aku yang memberi ganjaran (orang yang) berpuasa. Ia meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku.’ Orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan, yaitu ketika berbuka dan ketika bertemu dengan Rabbnya. Sungguh bau mulutnya lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kesturi.” (HR. Bukhari-Muslim).

Puasa adalah milik Allah sebab hanya Dia yang mengetahui kualitasnya dan hanya Dia yang mengetahui ganjaran pahala yang layak buat amalan puasa.

c. Masuk Surga lewat pintu khusus

Dari Sahl ibn Sa’ad radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Sesungguhnya di Surga terdapat satu pintu yang disebut al-Rayyaan. Orang-orang yang berpuasa akan masuk lewat pintu itu pada hari Kiamat (nanti), yang tidak seorang pun selain mereka yang masuk lewat pintu itu. Dikatakan, ‘Dimana orang-orang yang berpuasa?’ Lantas mereka masuk lewat pintu itu. Bila orang yang terakhir telah masuk, pintu itu ditutup sehingga tidak ada seorang pun yang masuk.” (HR. Bukhari-Muslim).

Rayy dalam bahasa Arab berarti kenyang (air). Dari makna bahasa sebutan pintu Surga tersebut, sebagian ulama memahami adanya minuman bagi orang-orang yang lewat pintu tersebut.

d. Ampunan terhadap dosa yang telah lalu

من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu berkata, ”Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda, ’Barangsiapa puasa Ramadhan karena iman dan karena mengharap ganjaran pahala (dari Allah), diampunkan baginya dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari-Muslim).

e. Pemberi syafa’at di hari Kiamat

Dari Abdullah ibn ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Puasa dan (bacaan) Al-Qur’an memberi syafaat kepada hamba pada hari kiamat. Puasa berkata, ‘Ya Rabb, sesungguhnya aku telah mencegahnya makan dan syahwat pada siang hari. Maka izinkanlah aku memberinya syafa’at.’ (Bacaan) Al-Qur’an berkata, ‘Aku telah mencegahnya tidur malam. Maka izinkanlah aku memberinya syafa’at.’ Maka keduanya diperkenankan memberi syafa’at.” (Al-Albani, Shahih al-Jami’ al-Shaghir wa Ziyadatuh).

FADHILAH MAKAN SAHUR

a. Mendapatkan berkah

عن أنس رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: تسحروا فإن في السحور بركة

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya pada makan sahur itu terdapat berkah.” (HR. Bukhari-Muslim).

b. Puasa ummat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam

فصل ما بين صيامنا وصيام أهل الكتاب أكلة السحر

Dari ‘Amr ibn al-‘Ash radhiyallahu ’anhu berkada, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Pembeda antara puasa kita (umat Islam) dengan puasa Ahlul Kitab adalah makan sahur.”

c. Allah subhanahu wata’ala dan para malaikat bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur

السَّحُورُ أَكْلُهُ بَرَكَةٌ فَلَا تَدَعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جُرْعَةً مِنْ مَاء. فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ

Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Sahur itu makanan yang berberkah. Lantaran itu janganlah kalian meninggalkannya walaupun seorang dari kalian hanya meminum seteguk air. Sebab Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur.” (HR. Ahmad, dan dinilai hasan oleh al-Albani).

FADHILAH SHALAT TARAWIH

a. Shalat sunat yang paling utama

أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم وأفضل الصلاة بعد الفريضة صلاة الليل

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu berkata, ”Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda, ’Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah bulan Allah: Muharram. Dan shalat paling utama setelah yang wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim).

b. Ampunan terhadap dosa yang telah lalu

  كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يرغب في قيام رمضان من غير أن يأمرهم فيه بعزيمة، فيقول: من قام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu berkata, ”Adalah Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam menganjurkan (untuk melakukan) qiyam Ramadhan. Tapi beliau tidak mewajibkannya atas kaum Muslim. Beliau bersabda, ’Barangsiapa yang melakukan qiyam Ramadhan dengan dasar iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni baginya dosa yang telah lampau.” (HR. Bukhari-Muslim).

c. Peluang masuk ke dalam golongan shiddiqin dan syuhada

Dari ‘Amr bin Murrah al-Juhani radhiyallahu ’anhu berkata, “Seorang laki-laki dari Qudha’ah datang kepada Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat anda jika saya bersaksi tiada Tuhan (yang hak disembah) selain Allah dan engkau adalah utusan Allah, saya shalat lima kali (sehari), saya berpuasa pada bulan Ramadhan, saya melakukan qiyam Ramadhan, dan saya menunaikan zakat?’ Maka Nabi bersabda, ‘Barangsiapa yang meninggal dunia dalam keadaan dia melaksanakan hal-hal tersebut (di atas), dia termasuk golongan shiddiqin dan para syuhada.” (al-Albani, Shahihut Targhib wat Tarhib).

FADHILAH MEMBACA AL-QUR’AN

a. Sebaik-baik manusia

خيركم من تعلم القرآن وعلمه

Dari Sa’ad ibn ‘Ubaidah dari Abu Abdirrahman al-Sulami dari Utsman ibn ‘Affan radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang berlajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” Abu Abdirrahman mengajarkan Al-Qur’an sejak masa Khalifah Utsman hingga era Hajjaj. Katanya, “Hadits itulah yang membuatku duduk melakukan ini (mengajarkan Al-Qur’an).” (HR. Bukhari).

b. Mencontoh kebiasaan Nabi shallallahu ’alaihi wasallam di bulan Ramadhan

Dari Ibn Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata, ”Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam adalah orang yang paling dermawan. Beliau sangat dermawan di bulan Ramadhan saat Jibril datang menemuinya. Jibril datang setiap malam pada bulan Ramadhan untuk mudarasah Al-Qur’an. Sungguh, Rasulullah lebih banyak memberi daripada angin yang bertiup.” (HR. Bukhari-Muslim).

FADHILAH DOA

ثلاث دعوات لا ترد: دعوة الوالد لولده ودعوة الصائم ودعوة المسافر

Dari Anas ibn Malik radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tiga doa yang tidak ditolak: doa bapak untuk anaknya, doa orang yang sedang puasa, dan doa musafir.” (Al-Albani, Shahih al-Jami’ al-Shaghir wa Ziyadatuh).

FADHILAH SHADAQAH

من فطر صائما كان له مثل أجره غير أنه لا ينقص من أجر الصائم شيء

Dari Zaid ibn Khalid al-Juhani radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang memberi makanan berbuka puasa kepada orang yang berpuasa, baginya pahala seperti pahala orang yang puasa. Hanya saja, tidak dikurangi sedikit pun dari pahala orang yang puasa itu.” (Al-Albani, Shahih al-Targhib wa al-Tarhib).

MENJAGA DIRI DARI SEGALA BENTUK MAKSIAT DAN DOSA

من لم يدع قول الزور والعمل به فليس لله حاجة في أن يدع طعامه وشرابه

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu berkata, ”Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda, ’Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta, maka Allah sama sekali tidak akan menilai perbuatannya meninggalkan makan dan minum. (HR. Bukhari).

Mari pada Ramadhan kali ini kita melakukan ibadah dan amal-amal Ramadhan dengan menghayati fadhilah yang terkandung di dalamnya. Semoga ibadah kita bisa lebih bernilai di sisi Allah. Allahumma ballighnaa Ramadhan.

Ilham Jaya Abd. Rauf