Home News IPW: Polri Jangan Istimewakan Ahok

IPW: Polri Jangan Istimewakan Ahok

177
0
SHARE

IPW: Polri Jangan Istimewakan Ahok

Kasus Penistaan Agama yang dilakukan Gubernur Non Aktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menuai kritik yang luas dari berbagai pihak.

Salah satunya adalah dari IPW atau Indonesia Police Watch. Ketua Presidium IPW, Neta S. Pane menilai sudah saatnya Polri segera menahan Ahok.Sebab, kata Neta, Ahok sudah melanggar ketentuan hukum dalam ‘penangguhan’ penahanannya, di mana Ahok mengulangi perbuatannya dengan menuding bahwa para pendemo 411 mendapat bayaran dari pihak tertentu.

Akibatnya, Ahok kembali dilaporkan ke polisi karena pernyataannya tersebut.

“Polri pun menjadi kerepotan akibat ulah Ahok ini. Karenanya, jika tidak segera menahan Ahok, berarti Polri telah menerapkan standar ganda dalam penegakan hukum,” kata¬† Neta dalam siaran pers yang diterima Warta Kota, Selasa (29/11/2016).

Neta menjelaskan, ada pihak yang belum jelas kesalahannya namun polisi langsung main tahan, sementara Ahok tidak ditahan.

“Padahal sesuai undang undang harusnya segera ditahan,” ucapnya.

Karena hal itu, tambah Neta, IPW menyayangkan sikap Polri yang mengistimewakan Ahok.

Dalam undang undang, lanjut Neta, seorang tersangka bisa tidak ditahan dengan tiga alasan, yakni tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti, dan tidak mengulangi perbuatannya.

“Namun yang terjadi pada Ahok adalah dia mengulangi perbuatannya, dengan cara menuding bahwa para pendemo 411 mendapat bayaran dari pihak tertentu, sehingga Ahok kembali dilaporkan ke polisi,” tuturnya.

Dengan dasar ini, tambah Neta, Polri harusnya sudah bisa segera menahan Ahok.

Sehingga menurutnya, Polri tidak boleh mengistimewakan Ahok dan terkesan pasang badan untuk kasus ini.

“IPW hanya mengingatkan, Polri jangan terlalu mengistimewakan Ahok dan jangan pasang badan untuk Ahok. Jangan gara-gara Ahok, aparatur Polri di lapangan berbenturan dengan rakyat. Jangan gara gara Ahok, elite politik bertikai dan muncul kegaduhan,” paparnya.

Ia mengatakan, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI jangan sampai terkoyak koyak karena ‘mulut’ Ahok.

 

Sumber: msn.com