Wilayah pinggiran kota di Prancis dalam proses menjadi “negeri Islam” dan kaum Muslim Prancis bercita-cita untuk itu. Sejarahwan Alexandre Adler khawatir, umat Islam Prancis menentang pemerintah.
Menurut Alexandre Adler, kekerasan di pinggiran kota Prancis tidak dapat dijelaskan hanya dengan masalah sosial, tetapi karena di sana ada “konsepsi tanah yang dianggap milik Islam”.
“Dalam penafsiran yang paling tradisional dari ide doktrin Muslim bahwa harus ada suatu tanah Islam. Di mana pun Islam menyebar, orang di sana telah menerima bahwa tanah ini selanjutnya adalah milik umat Islam,” jelasnya dalam sebuah wawancara dengan France Info.
Menurut dia, situasi di pinggiran kota Prancis sebanding dengan yang di daerah Muslim India yang berakhir pecah menjadi Pakistan dan Bangladesh.
“Langkah ini terjadi ketika suatu wilayah pada dasarnya mencoba untuk mengembangkan pemerintahan mereka sendiri menentang kekuasaan negara. Dan ini adalah Islam, sehingga hal ini menjadi titik di mana Republik (partai yang berkuasa) secara efektif tidak akan tidak lagi bisa masuk ke sana,” ujarnya. (Eramuslim).*
Related Posts:
You can subscribe by e-mail to receive news updates and breaking stories.

