Pembakaran Quran di Afghanistan: Presiden Obama Minta Maaf

Posted by on Feb 24, 2012 | Leave a Comment | 7 views

demo_afghanistanPresiden Amerika Serikat, Barack Obama, meminta maaf kepada Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, atas kasus pembakaran Quran yang dilakukan tentaranya di Afghanistan.  Pihak NATO dan militer AS sebelumnya juga mengajukan permintaan maaf mereka atas insiden yang menuai gelombang protes itu.

Petugas kebersihan Afghanistan awal pekan ini di pangkalan udara AS di Bagram, Afghanistan, menemukan potongan Mushaf Quran yang telah hangus. Al-Quran diduga telah dibakar oleh tentara asing.

Dalam surat kepada Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, Obama mengungkapkan penyesalan dan mengatakan insiden tersebut sebagai kekeliruan semata. “Saya menyampaikan simpati mendalam dan meminta Anda serta rakyat menerima permintaan maaf saya yang dalam,” katanya.

Surat permintaan maaf Obama yang disampaikan melalui Duta Besar Amerika Serikat di Afghanistan itu juga memastikan, akan ada penyelidikan atas aparat yang terlibat dalam pembakaran Quran.

“Kesalahan itu tidak disengaja: saya menjamin Anda bahwa kami akan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mencegah agar hal itu tidak terulang kembali, termasuk menyelidiki mereka yang bertanggung jawab.”

Unjuk rasa untuk mengungkapkan kemarahan atas pembakaran Quran itu berlangsung di beberapa kota di Afghanistan utara dan timur.

Dua tentara Amerika Serikat dan dua tentara Afghanistan dilaporkan tewas dalam serangan atas pangkalan udara di Bagram. Di tempat lainnya, tiga orang tewas. Dalam aksi sebelumnya, Rabu, sedikitnya tujuh orang tewas dan belasan lainnya terluka dalam aksi unjuk rasa yang diwarnai kekerasan.

Di hadapan anggota parlemen, Presiden Karzai mengatakan bahwa seorang pejabat Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas pembakaran Quran. Namun, dia menambahkan hal itu dilakukan karena ketidaktahuan.

Kelompok Taliban sudah menyerukan pembunuhan dan pemukulan semua pasukan penjajah sebagai balas dendam atas pelecehan Quran.

Dalam sebuah pernyataan, seorang juru bicara Taliban juga meminta agar warga Afghanistan tidak berhenti melakukan unjuk rasa terhadap pangkalan maupun aparat militer asing untuk memberi pelajaran agar mereka tidak pernah berani lagi menghina kitab suci Quran. (Mel/RNW/BBC Indonesia/ddhongkong.org).*

 

Leave a comment

Advertisement

Subscription

You can subscribe by e-mail to receive news updates and breaking stories.



Count per Day

  • 38803Total reads:
  • 60Reads today:
  • 480Reads yesterday: