Dewan Ulama Bahrain mengecam kebungkaman negara-negara Islam atas aksi pembakaran Al-Quran yang dilakukan militer Amerika Serikat di Afghanistan. Rasa News (23/2) melaporkan, Dewan Ulama Islam Bahrain merilis statemen yang mengecam penistaan atas kesucian Al-Quran oleh tentara Amerika Serikat di Afghanistan dan kebungkaman pemerintah-pemerintah Arab di hadapan kejahatan tersebut.
“Aksi tentara Amerika Serikat membakar al-Quran di pangkalan udara Bagram, Afghanistan, beberapa hari lalu, merupakan kelanjutan serial penistaan dan penghinaan terhadap nilai-nilai suci umat Islam dan dalam rangka merusak keyakinan mereka,” kata mereka.
Dewan Ulama Islam Bahrain menegaskan, bersamaan dengan kejahatan tersebut, rezim Zionis Israel juga meningkatkan serangannya ke Masjid Al-Aqsha dan para jemaah shalat di masjid tersebut. Ini semua menyingkap propaganda Zionis-Amerika untuk menghancurkan kewibawaan dan menghentikan gelombang kebangkitan Islam.
“Sangat mengejutkan kebungkaman sebagian besar negara Arab di hadapan aksi penistaan terhadal kesucian Al-Quran serta ketidakpedulian mereka terhadap pelanggaran terhadap nilai-nilai sakral umat Islam oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel,” kata Ulama Bahrain dalam statemennya yang dikutip IRIB Indonesia.
Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengecam pembakaran Al-Quran itu dan menilai tindakan tentara Amerika itu sebagai “perbuatan tercela”. Sekretaris Jenderal OKI, Ekmeleddin Ihsanoglu, menegaskan, perbuatan itu bertentangan dengan upaya umum dari OKI dan masyarakat internasional termasuk pemerintah Amerika Serikat untuk memerangi intoleransi dan hasutan untuk kebencian berdasarkan agama dan keyakinan. (Mel/Irib.ir/Press TV/ddhongkong.org).*
You can subscribe by e-mail to receive news updates and breaking stories.

