Makin banyaknya minat wisatawan muslim yang berkunjung ke Taiwan menjadi peluang menggiurkan bagi biro pariwisata di negara tersebut. Lima puluh restoran halal pun akan dipersiapkan Taiwan untuk menarik wisatawan Muslim.
Biro Pariwisata Taiwan mengatakan siap membuka 50 restoran bersertfifikasi halal sehingga dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan Muslim.
Eric Lin, direktur divisi biro perjalanan internasional, mengatakan, banyaknya wisatawan Muslim berkunjung ke Taiwan terutama berasal dari Malaysia, Indonesia, Singapura, Brunei, dan barat laut Cina. Tahun ini ia berharap kedatangan wisatawan dari masing-masing negara tersebut dapat tumbuh sebesar 10%.
Frekuensi siaran dari iklan televisi bepergian ke Taiwan di Malaysia juga telah meningkat. Ia menambahkan, untuk itu biro juga bekerja sama dengan agen perjalanan untuk mengatur perjalanan para wisatawan tersebut.
“Negara Taiwan berhasil menarik sekitar 6 juta wisatawan tahun lalu,” kata Lin. “Populasi negara-negara Muslim di dunia adalah sekitar 1,7 miliar dan itu sangat menjanjikan potensi yang sangat besar bagi pengunjung internasional.”
Restoran muslim-friendly dengan sertifikasi halal ini nantinya akan ditangani oleh Asosiasi Muslim China. Asosiasi Sekretaris Jenderal, Salahuddin Ma Chao-Yen mengatakan, tujuan utama sertifikasi itu untuk memberi informasi kepada umat Islam di seluruh dunia bahwa Taiwan juga memiliki populasi Muslim.
Berdasarkan pedoman sertifikasi halal, restoran harus memastikan makanan yang ditawarkan kepada kaum Muslim disiapkan sesuai dengan hukum Islam. Untuk itu, beberapa produk juga harus menjalani prosedur tertentu, mulai dari membeli dari pemasok bersertifikat makanan halal dan bumbu yang berlebel halal.
Selain itu, para staf juga harus menerima pelatihan tentang apa yang diizinkan dan apa yang tidak diperbolehkan dalam kebiasaan kaum Muslim.
Sebelas restoran nasional telah disertifikasi sebagai restoran halal – yang hanya menjual makanan halal – sementara ada tujuh restoran yang melayani penjualan makanan halal dan nonhalal. Restoran di beberapa taman hiburan, seperti Tema Leofoo Village Park di Hsinchu County, termasuk di antara mereka yang telah disertifikasi halal.
Menurut Jozo Chen, spesialis pemasaran di Shangrila Leisure Farm di Yilan County, peternakan tersebut telah mendatangkan sekitar 1000 wisatawan Muslim tahun lalu.
“Selain makanan, wisatawan Muslim juga memerlukan ruang makan terpisah untuk makan,” kata Chen. “Kita juga harus memiliki tanda kiblat untuk mereka sembahyang setiap hari dan fasilitas berwudhu yang tepat di kamar hotel.”
Chen mengatakan biaya pelayanan untuk kaum Muslim sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan wisatawan non-Muslim, tetapi sertifikasi halal akan membantu hotel menarik lebih banyak wisatawan dari negara-negara Muslim untuk berkunjung ke Taiwan. (detikFood).*
You can subscribe by e-mail to receive news updates and breaking stories.

