Home News Siapa Komandan Jaisy al-Islam yang Disasar Rusia Itu

Siapa Komandan Jaisy al-Islam yang Disasar Rusia Itu

1240
0
SHARE

Berita duka menyelimuti bumi Syam. Zahran ‘Allusy, komandan Jaisy al-Islam, faksi oposisi yang dinilai paling moderat di Suriah istisyhad (semoga Allah menerimanya sebagai syahid) pada Jumat (25/12) oleh serangan udara Rusia.

Dalam wawancara telepon Asharq al-Awsat dengan seorang sumber dari kantor politik Jaisy al-Islam dilaporkan bahwa tewasnya ‘Allusy bersama dengan beberapa pengiringnya. Pasalnya, serangan udara Rusia di timur Ghouta tersebut tepat menyasar kantor tempat pertemuan pimpinan Jaisy al-Islam. Kendati sumber tersebut menolak untuk mengungkapkan angka persis korban jiwa.

Serangan udara Rusia ini menyusul meningkatnya intensitas dukungan militer Moskow terhadap rezim Bashar Assad yang sejak awal tahun ini melemah secara serius.

Jaisy al-Islam merupakan satu faksi oposisi yang mendapat simpati paling luas di dunia Islam. Faksi ini dinilai paling terorganisir dengan kekuatan moral pasukan yang tinggi. Laporan media menyebut jumlah pejuang yang bergabung di bawah bendera Jaisy al-Islam tidak kurang dari 12 ribu orang. Uniknya, mereka semua berasal dari dalam Suriah sendiri, bukan pejuang yang datang dari luar negeri. Ini di luar puluhan ribu pemuda pendukungnya dari dalam Ghouta sendiri.

Nawwaf al-Qadimi, kritikus sosial dan politik menulis komentarnya tentang Jaisy al-Islam di bawah komando ‘Allusy.

“Mereka mempersepsikan diri bagian dari tentara pembebasan dan menolak untuk disebut aktivis Islam; mereka hanya menyebut diri sebagai komunitas Muslim. Dalam salah satu kunjungan, saya melihat langsung bendera revolusi Suriah tergantung di mana-mana.”

Ungkapan bela sungkawa atas meninggalnya Komandan Zahran ‘Allusy mengalir dari berbagai pihak.

Hay’at al-Syam al-Islamiyyah, sebuah organisasi sosial yang aktif di Suriah sejak awal meletusnya revolusi menggambarkan ‘Allusy sebagai tokoh yang “… selalu aktif dalam segala upaya untuk mewujudkan persatuan atau meringankan beban penderitaan kaum Muslim. Sambil berjihad, dia juga berdakwah. Dia sengaja mengunjungi masjid-masjid Ghouta dan pangkalan-pangkalan pertahanan garis depan membimbing dan memberikan pencerahan. Ini rutin dia lakukan hingga saat-saat terakhir sebelum dia terbunuh. Semoga Allah merahmatinya dengan kasih-Nya yang luas.”

Ungkapan yang hampir sama juga datang dari Syirian Islamic Council dan Hay’at ‘Ulama al-Muslimin di Libanon.

Dari individu-individu, ungkapan bela sungkawa diberikan oleh Syekh Ali b. Hasan al-Halabi.

Lewat akun Twitternya, ulama dunia Dr. Yusuf al-Qardhawi menuliskan doanya buat al-Syahid Zahran ‘Allusy dan seluruh mujahidin serta seluruh bangsa Suriah.

HIDUP PENUH PERJUANGAN

Zahran ‘Allusy lahid di kota Douma di Ghouta pada tahun 1971 silam. Bapaknya, Syekh Abdullah ‘Allusy termasuk ulama disegani di Douma. Keluarga ‘Allusy sangat memperhatikan pendidikan buat anak-anaknya. Zahran ‘Allusy sendiri menyelesaikan S-2 di bidang Syariah di Damascus University. 

‘Allusy muda segera terlibat dalam banyak aktivitas dakwah. Hal ini tak ayal mengusik rezim Assad yang represif. Akibatnya, larangan berceramah dan mendekam di balik jeruji penjara menjadi bagian dari perjalanan dakwah ‘Allusy.

Tahun 2011 revolusi Suriah pecah menyusul Arab Spring yang melanda dunia Arab. ‘Allusy segera yakin bahwa rezim Assad tidak mungkin melakukan reformasi secara damai. Bangsa Suriah harus bisa membebaskan diri. Sejak itu, ‘Allusy terlibat dalam perlawanan bersenjata bersama rakyat melawan Assad.

Karier ‘Allusy terus bersinar. Pada tahun 2013 ‘Allusy didaulat untuk mengomandoi gabungan dari 43 faksi di bawah bendera Jaisy al-Islam/Tentara Islam.

Sejumlah pengamat mengkritik serangan udara Rusia yang menewaskan ‘Allusy. Pasalnya, ‘Allusy dan faksinya dikenal sebagai kelompok moderat dan paling terbuka untuk penyelesaian konflik Suriah secara politik. Langkah Rusia ini semakin menguatkan kecurigaan berbagai pihak bahwa dalih Rusia untuk melumpuhkan kelompok garis keras di Suriah hanya retorika diplomasi semata. (As)