Home News Mahfudz at-Tarmasi, Ulama Nusantara yang Mendunia

Mahfudz at-Tarmasi, Ulama Nusantara yang Mendunia

951
0
SHARE

Beberapa waktu silam Program Pasca Sarjana Pendidikan Islam Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor bekerjasama dengan Maktab Bimbingan Al-Qur’an Ijadah Makkah menggelar Seminar Internasional dengan tema Syekh Muhammad Mahfudz at-Tarmasi, Peranan Ulama Indonesia di Dunia Pendidikan Internasional. Hadir sebagai nara sumber Syekh. DR. Abdullah b. Muhammad al-Jarullah, dokter spesialis dan doktor bidang qira’at dari Universitas Ummul Qura’ Makkah Saudi Arabia.

Dalam makalahnya, Syekh al-Jarullah memaparkan makalah berjudul “Al-‘Allamah Muhammad Mahfudz at-Tarmasi, Siratuhu wa Juhuduhu (Al-‘Allamah Muhammad Mahfudz at-Tarmasi,Biografi dan Kontribusinya).” Makalah ini merupakan salah satu bagian dari disertasi al-Jarullah pada Jurusan Al-Qur’an dan As-Sunnah Fakultas Da’wah dan Ushuluddin Universitas Ummul Qura’ Makkah.

Dalam disertasi tersebut Syekh al-Jarullah  men-tahqiq karya Imam at-Tarmasi dalam bidang Qira’at yang berjudul Ghunyah at-Thalabah Bisyarh ath-Thayyibah. Kitab ini terdiri atas 300 halaman lebih yang setelah di-tahqiq mencapai lima jilid tebal yang setiap jilid terdiri dari 700 halaman.

Dari paparan DR. al-Jarullah dapat ditarik simpulan bahwa at-Tarmasi merupakan ulama Indonesia yang mendunia. At-Tarmasi telah menelorkan karya dalam berbagai disiplin ilmu dan menjadi rujukan bagi para penuntut ilmu dan ulama setelahnya. Tokoh kita ini telah menulis sekitar tiga puluhan kitab dalam berbagai bidang baik Tafsir dan Qira’at, Hadits dan Ilmu Hadits, Fiqh dan Ushul Fiqh, serta Aqidah dan Tarajim (biografi tokoh).

Memang at-Tarmasi rahimahullah bukan satu-satunya ulama yang menulis karya dalam berbagai bidang. “Tapi at-Tarmasi memiliki keistimewaan,” terang al-Jarullah. “Lakin alladziy yumayyizu ta’lif at-Tarmasi, anna kulla alladziy allafahu wa shannafahu fiy kulli fannin ta’lifun mu’tabarun ‘inda al- ‘ulama fi zamanihi”, jelasnya. Bahwa keistimewaan karya-karya at-Tarmasi, setiap karyanya dalam setiap cabang atau disiplin ilmu diakui oleh para ulama di bidang ilmu tersebut pada zamannya.

Al-Jarullah menyebutkan bahwa karya at-Tarmasi mencapai sekitar 30-an. “Kataba fi kulli fannin minal ‘ulum, hatta tajawaza tsalatsin,” tegasnya.  Dalam Ushul Fiqh, dia menyusun Is’af al-Mathali’ bi Syarh al-Badr al-Lami’ Nadzm Jam’ al-Jawami’. Sebuah kitab tebal berjumlah sekitar 919 halaman. Kitab ini menjadi rujukan dalam bidang Ushul Fiqh dan telah diedit oleh lima doktor pada Fakultas Syari’ah Universitas Ummul Qura’.

Dalam bidang Ulumul Qur’an at-Tarmasi menulis Fath al-Khabir bi Syarh Miftah at-Tafsir. “Ini karya yang cukup tebal mencapai 300 lembar namun masih berupa manuskrip,” tulis al-Jarullah dalam makalahnya. Kitab ini telah dikaji dan menghasilkan enam belas tesis magister di Universitas Malik Abdul Aziz. “Kitab ini juga merupakan marja’ (referensi) dalam bidang ilmu Al-Qur’an,” tegasnya.

Dalam bidang Fiqh dia menulis antara lain Mauhibah Dzi al-Fadhl Hasyiyah ‘ala Syarh Muqaddimah Ba Fadhl. Sebagiannya telah dicetak empat jilid tebal dan sisanya masih berupa manuskrip yang edisi lengkapnya ada pada ahli warisnya. Kitab ini juga merupakan  rujukan di kalangan Fuqaha.

Syekh At-Tarmasi juga memiliki karya dalam bidang Ulumul Hadits, yang paling terkenal adalah Manhaj Dzawin Nadzar fi Syarh Alfiyati al-‘Iraqi. Kitab ini telah dicetak di Mesir sebelm tahun 1346 H. Kitab ini masuk dalam beberpa Mu’jam seperti Mu’jam Matbu’ah al-‘Arabiyah al-Mu’arrabah dan tersebar di dunia Islam serta menjadi rujukan dan pegangan para penuntut ilmu pada masa itu.

Selain menyebarkan ilmu melalui karya tulis yang banyak dan berkualitas seperti disebutkan di atas, at-Tarmasi juga melahirkan banyak murid. Sebab dia mengajar di Masjidil Haram  selama mukim di sana. Menurut al-Jarullah, “Syekh at-Tarmasi merupakan seorang ulama multitalenta yang menguasai berbagai disiplin ilmu dan memberikan pengaruh besar kepada para muridnya”. Di antara murid-muridnya yang terkenal adalah: Syekh Abu Bakar bin Muhammad Arif Abdul Qadir Hauqir (1283-1394 H), seorang ulama yang dalam bidang fikih bermazhab Hambali. Murid at-Tarmasi yang lainnya adalah Syekh Abdul Qadir Mandili (w. 1354). Mandili ini merupakan putra Indonesia yang datang ke Makkah sejak kecil, tumbuh dan besar di sana sekaligus belajar dari para ulama, kelak mengajar di Masjidil Haram hingga akhir hayatnya.

Selain kedua ulama di atas, murid at-Tarmasi yang lainnya adalah pendiri dua ormas besar di Indonesia, yakni KH. Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah dan KH. Hasyim Asy‘ariy  pendiri Nahdhatul Ulama (NU). Kyai Hasyim disebut-sebut sebagai penerus syekh At-Tarmasi dalam bidang ilmu Hadits. Kyai Hasyim juga merupakan satu-satunya ulama asal Nusantara yang mendapat ijazah dari Syekh at-Tarmasi untuk mengajarkan Shahih Bukhari di Nusantara.

Ulama lain dari Nusantara yang merupakan murid Syekh at-Tarmasi adalah Kyai Muhammad Dimyathi, Kyai Dahlar Magelang, Muhammad Baqir b. Nur al-Jugjawi, KH. R. Asnawi dari Kudus, Mu’ammar b. Kyai Badawi dari Lasem, KH. Wahab Hasbullah dari Jombang, dan lain-lain.

Syekh at-Tarmasi bernama lengkap Muhammad b. Mahfudz b. Abdullah b. Abdul Mannan at-Tarmasi al-Jawi al-Makki. Ulama ini lahir di Tremas, Pacitan Jawa Timur pada tanggal 12 Jumadil Ula 1280 H. dan wafat di Makkah pada bulan Rajab 1338 H. dalam usia 58 tahun. Ulama besar ini mewariskan ilmu yang melimpah yang dibuktikan dengan banyaknya murid dan karya ilmiah. Rahimahullahu rahmatan wa si’atan. (Sym).