Home Perspektif Menyoal Layar Kaca: Orang Lebih Suka Tonton Internet Daripada Televisi, Perlukah Memiliki...

Menyoal Layar Kaca: Orang Lebih Suka Tonton Internet Daripada Televisi, Perlukah Memiliki TV Sendiri?

218
0
SHARE

Menyoal Layar Kaca: Orang Lebih Suka Tonton Internet Daripada Televisi, Perlukah Memiliki TV Sendiri?

Ide untuk memiliki stasiun televisi sendiri untuk kepentingan dakwah umat Islam sudah muncul sejak lama. Wacana ini terus bergulir di tengah-tengah tokoh umat sampai saat ini. Terutama pada saat melihat media-media mainstream yang sangat sedikit porsinya memberitakan umat Islam.

Tidak sedikit bahkan yang sudah memulainya. Namun tidak mendapat banyak dukungan dari umat Islam sendiri. Kendala terbesar dalam pengadaan stasiun televisi adalah pendanaan. Jelas, dana yang dibutuhkan tidak kecil. Bisa milyaran.

Di antara stasiun-stasiun televisi milik umat itu ada yang kita lihat masih eksis. Namun banyak juga yang berjatuhan. Tidak sedikit pula yang terseok-seok berusaha bangkit atau minimal berusaha untuk tidak ikut-ikutan jatuh.

Akan tetapi fakta saat ini berkata lain. Dengan kemudahan teknologi yang semakin berkembang seperti sekarang ini, sebenarnya kebutuhan untuk menonton di layar kaca sedikit berkurang. Masyarakat mulai bergeser ke media internet yang cukup mengenyangkan kebutuhan.

Bahkan beberapa kalangan menganggap, tontonan di media internet ini pelan tapi pasti akan menggeser peran layar kaca. Pengguna smartphone dari tahun-ke tahun semakin meningkat. Hampir semua lapisan masyarakat menggunakannya.

Meski demikian ada juga yang menganggap untuk 5 tahun kedepan, tontonan lewat layar kaca masih mendominasi dan bersaing. Hal ini diamini oleh peserta muktamar Association of Purposive Visual Media di Qatar setahun yang lalu tahun 2015. Saya mengetahui hal ini karena kebetulan ikut di muktamar tersebut dan setahun lalu saya masih terhitung sebagai salah satu praktisi media dakwah via TV.

Hanya saja, melihat perkembangan kemudahan yang ada sekarang, saya yang awalnya ikut mengamini dominasi layar kaca ini menjadi sangsi. Saya meragukan jika tren ke depan layar kaca yang akan mendominasi. Fakta sekarang ini justru menunjukkan sebalinya. Media internet yang akan menggeser dan merajai.

Merebaknya pengguna smart phone alias telepon pintar, kecepatan internet di Indonesia yang semakin meningkat tiap tahunnya dan mulai merata ke berbagai daerah bisa menjadi pemicu beralihnya orang ke tontonan via media internet.

Terlebih lagi, biaya membuat dan mengelola sebuah channel tontonan internet (youtube misalnya), baik untuk pribadi maupun untuk sebuah komunitas tidaklah besar. Bahkan fitur-fitur yang mutakhir terus bermunculan seperti reportase live via Facebook untuk sebuah acara.

Bukan hanya biaya yang murah, SDM untuk mengelolanya juga tidak menuntut banyak orang. Sebagai contoh, untuk meliput Aksi Damai Bela Islam secara live melalui Facebook hanya butuh satu orang dengan satu handphone pribadi. Tidak perlu biaya macam-macam bisa ditonton ribuan bahkan jutaan orang dari seluruh penjuru tanah air. Bahkan luar negeri.

Hal yang sama jika dilakukan dengan media televisi, tentu biaya yang dibutuhkan akan jauh lebih besar. Dari SDM-nya maupun peralatannya.

Saya tahu beberapa channel tontonan youtube yang dikelola oleh 1 orang saja. Ijma83 contohnya. Akun pribadi yang jumlah viewers tiap videonya bisa mencapai ribuan bahkan ratusan ribu orang. Jazallahu khairan untuk adminnya. Semoga Allah membalas kebaikannya.

Kemudahan yang ada sekarang ini sayang sekali kalau diabaikan. Terlebih jika impian untuk punya TV sendiri yang biaya operasional bulanannya bikin pusing kepala sulit untuk kita wujudkan. Apalagi tanpa komitmen yang bersifat berkesinambungan untuk membantu.

Jati Padang, 29 Safar,

Muttaqin Rusli

(Penulis adalah mantan direktur stasiun televisi dakwah di Indonesia)