Semangat Para Peserta Aksi Damai Tetap Terjaga Meskipun Dibubarkan Paksa Oleh Aparat

    144
    0
    SHARE

    Semangat Para Peserta Aksi Damai Tetap Terjaga Meskipun Dibubarkan Paksa Oleh Aparat

    Para peserta yang mengikuti Aksi Damai 4/11 memang patut dibanggakan. Mereka ini kaum muslimin yang memiliki ghirah (semangat kecemburuan pada saat syari’at dilanggar).

    Meskipun aksi Jum’at 11/4 ini berakhir dengan kondisi yang tidak diharapkan, semangat mereka tetap terjaga untuk membela agama ini.

    Sebagaimana kita tahu, peserta berdatangan dari berbagai penjuru Nusantara. Atas inisiatif dan biaya sendiri. Menunjukkan semangat pembelaan dan semangat pengorbanan.

    Hal ini bisa kita rasakan dari tulisan salah satu peserta yang berasal dari Jogja berikut ini:

    maafkan kami saudaraku..
    sementara demi kemaslahatan terpaksa tak memaksakan melakukan perlawanan terhadap aparat,
    karena jujur mereka juga tak seutuhnya salah, mereka juga memiliki keluarga yang merindukan mereka,
    mereka sekedar alat keamanan yang mungkin juga karena komando atasan harus bertindak tegas meskipun dalam hati mereka sayang kami..

    karena juga kami memikirkan guru-guru, ustadz-ustadz kami akan kehidupan dan manfaat ilmunya,
    memang bau harum syuhada sempat membayang indah di fikiran dan hati kami,
    namun qodarullooh bukan saat ini,
    semoga kelak di waktu yang terbaik predikat syuhada menjadi cita-cita yang terwujud..

    di antara catatan perjuangan ini adalah;
    1. si penista agama kelak akan jatuh, biidznillaah, termasuk pihak2 yang melindungi dia.. [aamiin kan saudaraku]
    2. kita memiliki pemimpin pusat dan daerah yang sungguh jauh hatinya dari menyayangi rakyatnya terlebih mungkin kecil rasa takut pada zat yg menciptakan mereka, doakan Allooh beri hidayah mereka.
    3. sungguh luar biasa kebersamaan dan persatuan kaum muslimin saat ini ketika agamanya dinistakan, takbir ! Alloohu Akbar !
    4. perjuangan ini belum selesai; akan terus berlanjut dlm episode2 berikutnya hingga nafas kita berhenti.
    5. kami berharap dengan luka pada fisik dan hati kami dan para ulama, menjadi penggugur dosa dan saksi bahwa kami berusaha berbuat meski msh terus diperjuangkan.
    6. Teriring terimakasih atas doa dan dukungan antum dan antuna sekalian.
    7. Akhirnya, kami tetap mengawal ulama yang bersih hati dan perjuangannya membela dien al Islam dan begitupun harapan kami pada saudaraku sekalian.

    kita hidup sekali, sekalinya itu akan indah jika menjadi syuhada.

    wallohua’lam

    Ditulis oleh: Abu Alifah Muhana