Home News Sepenggal Kisah Guru Ngaji Penerima Bantuan Program Tebar Sembako

Sepenggal Kisah Guru Ngaji Penerima Bantuan Program Tebar Sembako

104
0

Langkah dan semangat yang kuat dalam memberikan pengajaran al Quran kepada peserta membuat seorang guru pengajar yang bernama Muhammad Waulat berusia 36 tahun memiliki keinginan besar untuk menyebarkan ajaran Islam.

Di masa pandemi Covid-19 pun Muhammad Waulat tiada hentinya untuk tetap mengajar, meskipun pengajaran yang dilakukan menggunakan teknologi berbasis online.

Bersama istri, pria asal Ambon ini ditugaskan oleh ormas Wahdah Islamiyah untuk terjun ke lapangan dakwah di Jakarta usai menjalani pendidikan dai selama setahun di Makassar.

Advertisement Jetpack

Hingga saat ini ada 5 kelompok ngaji yang dibinanya, dengan beragam latar belakangya. Ada kalangan anak-anak, pekerja, hingga ibu rumah tangga.

“Alhamdulillahi. sebelum wabah Covid-19 ini terjadi, pengajiannya berjalan baik dan lancer, para peserta sangat semangat serta antusias”, ujar dai kelahiran Ambon, Maluku ini. Materi yang di ajarkan adalah dirosah atau pembelajaran membaca Al quran khusus dewasa maupun tahsin dan ta’lim.

“Akan tetapi sejak merebaknya wabah Covid-19 bulan Maret itu, semua aktifitas pengajian secara offline tidak bisa dijalankan sama sekali” sambungnya.

Waulat mengaku bahwa kondisi saat ini membuatnya sedih lantaran dirinya tak bisa bertatap muka dengan para murid. Namun, dengan kebesaran jiwanya sebagai seorang guru, membuatnya tak terlalu mempermasalahkan hal tersebut.

Pengurus Wahdah Islamiyah DKI Jakarta di Depok, yang memiliki program ‘Tebar Sembako buat Guru Ngaji’ yang melihat langkah sang guru langsung mengambil langkah untuk membuatnya kian bersemangat dengan menyambangi kediamannya.

Mendengar dan melihat kedatangan para relawan, dirinya mengucapkan rasa terimakasihnya atas kepedulian Wahdah Islamiyah yang memberikan suport dalam mengemban amanah tersebut.

Dirinya berharap apa yang dilakukannya bisa diikuti oleh para guru ngaji lain dan membuat generasi muda tak menghilangkan ajaran agama dan mampu membaca al Quran dengan lancar, sebagaimana ajaran Islam.

“Alhamdulillah kami sangat senang, karena sedikit dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan terutama masa pandemi ini,” pungkanya.[/mtn]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here